Kerusakan Hutan dan Cuaca Ekstrem jadi Penyebab Banjir Bandang?

Kawasan pertambangan emas di sekitar Batang Toru, Tapanuli Selatan, pada 2013.

Peristiwa. LantaiAtas – Direktur Eksekutif Walhi Sumatra Utara, Riandra Purba menyatakan Deforestasi di sekeliling wilayah terdampak banjir bandang sangat tinggi, berdasarkan pendapatnya yang kami kutip di bbc Indonesia (26/11/2025). terlihat sejumlah video yang memperlihatkan batang-batang pohon hanyut bersama terjangan banjir bandang.

“Di Kecamatan Batang Toru, yang meluap itu Sungai Batang Toru. Di hulunya ada tiga sumber aliran air yang tutupan hutannya sebagian sudah hilang,” kata Rianda.

Walhi menuding PT Agincourt Resources bertanggung jawab atas deforestasi di Batang Toru. Perusahaan ini memegang konsesi berdurasi 30 tahun tambang Martabe seluas 130.253 hektare yang diterbitkan pemerintah pada 1997.

Selain itu, Penyebab bencana di empat wilayah Sumut ini adalah Siklon Tropis KOTO yang berkembang di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B yang terpantau di Selat Malaka, menurut Abdul Muhari Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB.

“Kedua sistem cuaca ini memengaruhi peningkatan curah hujan dan angin kencang di Sumatera bagian utara,” kata Abdul.

Di Sumut, kata Abdul, hujan akan turun secara berkelanjutan. Akibatnya, risiko banjir dan longsor susulan masih tinggi.

Hingga saat ini tak ada aliran listrik dan jaringan telekomunikasi di Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara.

Abdul berkata, Sibolga Tapteng terisolir karena dampak banjir dan longsor. Tim evakuasi yang dikerahkan melalui jalur laut pun, kata Abdul, terhadang cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

Diberitakan sebelumnya, Setidaknya 2.851 orang di empat kabupaten dan kota di Sumatra Utara mengungsi akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi sejak akhir 24 November lalu. Berdasarkan kesaksian warga, peristiwa alam dengan skala seperti ini tak pernah terjadi dalam puluhan tahun terakhir.

Korban meninggal yang telah dikonfirmasi berjumlah 19 orang, tersebar di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Kota Sibolga. Namun data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Basarnas ini masih bisa bertambah karena evakuasi korban masih terus dilakukan.[] bbc Indonesia-fm

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *