
لا تَتَعَدَّ نية هِمَّتُكَ إلى غَيْرِه، فالكريم لا تَتَخطاَّهُ الآمال
“Jangan engkau palingkan arah niatmu (harapanmu) kepada selain Allah SWT, karena Allah yang Maha Pemurah, kemurahan-Nya tidak dapat dibatasi dengan angan-angan” (AL-HIKAM)
Seorang hamba terkadang dalam menggantungkan harapan menjalankan seluruh ikhtiar memalingkan arah niat dan cita-citanya itu selain kepada Allah SWT. Padahal menurut Imam Sibawaih El Hasany bila hidupmu ingin bahagia, tentram dan tenang. Luruskan pandanganmu hanya pada Allah.
Harapan himmatuka yang sedikit pun tanpa disandarkan kepada Allah SWT Dzat yang Maha Pemurah – memalingkan arah niatnya selain kepada Allah SWT karena merasa kemampuannyalah yang dia dapat andalkan dalam mensukseskan niat dan harapannya itu. Itu merupakan kesalahan fatal bagi seorang hamba, sekaligus menunjukkan dirinya belum beriman.
Misalkan, seorang hamba bersekolah menjalankan kewajiban agamanya untuk belajar, menuntut ilmu pengetahuan sebanyak mungkin agar kebodohan hilang. Agar menjadikan seorang hamba siap menghadapi kehidupan dimasa akan datang.
Jika usaha sekolah itu diniati ibadah kepada Allah SWT maka ia akan mendapatkan pahala dari Allah yang boleh jadi diberikan dalam bentuk fasilitas dan perlindungan, petunjuk dan pertolongan Allah SWT. Oleh karena-Nya, sejak usaha itu dimulai hingga hasil akhirnya ia akan mendapatkan kemudahan yang selanjutnya akan mendapatkan kehidupan yang layak melebihi apa yang ada dalam angan-angannya. Sebab, karena kemurahan Allah SWT tidak terbatas dalam angan-angan.
Akan tetapi, jika sejak awal tidak disandarkan, tidak dihubungkan secara ruhiya pada Allah sampai akhir. Maka mereka akan ditinggalkan sebagaimana mereka sejak awal telah meninggalkan Allah SWT. Janganlah sekali-kali usaha hanya disandarkan kepada kemampuan diri sendiri.
Segala usaha hanya sekedar ikhtiar sebagai perwujudan ibadah, selanjutnya tawakkal kepada-Nya. Kata Imam Sibawaih, teguhkan jalanmu menuju-Nya jangan engkau dibelokkan oleh musuh-musuh-Nya. Biasakan dirimu bersama-Nya menaruh harapan hanya kepadanya. Sebab engkau tidak akan pernah dikecewakan olehnya.
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” (thaalag 2-3).[]
refrensi; kitab al-hikam karya syekh ibnu athailah diulas imam sibawaih el-hasany dan percikan Samudra hikmah syarah hikam ibnu athoillah as-sakandaria, Muhammad Luthfi ghozali





