LantaiAtasNews- Corporate Secretary Pertamina Patria Niaga, Roberth MV Dumatubu menanggapi kabar mengenai tren penurunan harga minyak dunia. Menurut dia, harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri khususnya non-subsidi, tidak sepenuhnya mengikuti pergerakan harga pasar internasional.
“Berdasarkan kordinasi dengan regulator dalam hal ini pemerintah, maka penyesuaian harga pertamax ini tidak dilakukan sepenuhnya mengikuti harga pasar international,” jelasnya
“Kenapa demikian? ini sebuah bentuk peran memberikan kesempatan menjaga daya beli dan supaya masyarakat dapat beraktifitas walaupun penyesuain ini harus dilakukan,” terangnya dalam wawancara dengan liputan6.
Sedangkan, Juru Bicara Menteri ESDM Dwi Anggia memastikan harga BBM nonsubsidi Pertamax akan ikut turun jika harga minyak dunia merosot. “Nah apakah bisa turun? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM nonsubsidi juga akan turun,” kata Anggia dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu (17/6).
Anggia menjelaskan hal sebaliknya juga bisa terjadi, apabila harga minyak dunia naik, maka harga BBM nonsubsidi harus menyesuaikan.
Padahal, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri pernah mengatakan penyesuaian harga dilakukan dengan mempertimbangkan situasi geopolitik global serta pergerakan harga minyak di pasar internasional.
“Penyesuaian pada harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat,” ujar Simon dalam unggahan akun Instagram @pertamina, Kamis (11/6).[] fm





